PROYEKSI PETA


PROYEKSI PETA

Bentuk muka bumi ideal = globe.
Dengan alasan teknik dan lainnya = peta = bidang lengkung = datar.
Diperlukan cara sistematis = kesalahan sedikit mungkin.

Bentuk bola pada bidang datar

Kesalahan-kesalahan dalam pemetaan
1. Bentuk dan arah
2. Luas
3. Jarak (sekala)

Untuk menyatakan ukuran horizontal
- geodesi rendah : 30 x 30 km2

Daerah yang luas (kurang lebih 55 x 55 km2) = kesalahan
Kesalahan tak mungkin dihindari pada proyeksi peta

Proyeksi peta :
Cara memindahkan sistem paralel dan meridian dari globe ke bidang datar (peta)

Proyeksi dalam ilmu pasti yaitu menggambarkan secara orthogonal
Dalam peta yaitu orthogonal + modifikasi.

Klasifikasi proyeksi peta

I. Berdasarkan pada kelemahan/kesalahan/distorsi
1. Proyeksi equal area (equivalent) memperhatikan kebenaran luas
2. Proyeksi orthomorphic (conform) mempertahankan bentuk
3. Proyeksi equidistant memperhatikan jarak

- tidak ada yang mutlak
- pada elemen tertentu yang benar

II. Proyeksi peta berdasarkan bidang proyeksinya
1. Proyeksi azimuthal (zenithal)
- bidang proyeksi (bidang datar) menyinggung satu titik globe.

a) Proyeksi azimuthal normal (polair)
- garis karakteristik (sumbu bidang simetris) sejajar atau berhimpit dengan bumi.
- atau sumbu bumi menyinggung pada satu titik di tengah peta (bidang proyeksi)
- contoh peta belahan bumi utara

b) Proyeksi azimuthal equatorial/transversal
- sumbu bumi tegak lurus bidang datar
- contoh peta di daerah equator

c) Proyeksi azimuthal oblique (miring)

- bidang proyeksi (bidang datar) menyinggung satu titik globe

b. Proyeksi Azimuthal equatorial/transversal
- sumbu bumi tegak lurus bidang datar
- contoh peta di daerah equator

c) Proyeksi azimuthal oblique (miring)
- sumbu bumi dengan bidang simetris tidak saling sejajar atau tegak lurus.
- contoh peta di daerah lintang tinggi.

2. Proyek Kerucut

a. Proyeksi Kerucut Normal
b. Proyeksi Kerucut Equator Transversal
c. Proyeksi Miring/Oblique

3. Proyek Silindrical (tabumg)
a. Normal
b. Transversal
c. Oblique

III. Proyeksi Berdasarkan Cara Memproyeksikan (Sumber Penyinaran)

1. Proyeksi Gnomonik
- sumber penyinaran dari pusat globe

2. Proyeksi Stereografik
- sumber penyinaran dari suatu titik ujung globe

3. Proyeksi Orthografik
- sumber penyinaran dari tak terhingga atau dari titik yang jauh dari lingkaran
- Hanya sesuai dekat dekat pusat peta saja.

Dari ke-3 dasar proyeksi peta, tidak ada yang mutlak dari modifikasi menjadi gubahan

IV. Proyeksi Gubahan
- modifikasi/gabungan berbagai cara
- biasanya sesuai dengan penemunya
- contoh proyeksi Gall, Mercator, Sinusoida.

One thought on “PROYEKSI PETA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s